Ian Heriyawan menjabat sebagai Direktur Jenderal Pelayanan Haji pada Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia sejak November 2025. Sebelum beralih ke lingkungan pemerintahan sipil, Ian mengabdikan diri di TNI Angkatan Laut dan TNI dengan pengalaman panjang dalam bidang pembinaan mental, pengembangan personel, serta kepemimpinan organisasi. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari bekal Ian dalam menjalankan tanggung jawab pengembangan pelayanan haji.
Ian menempuh pendidikan sarjana di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bandung dan menyelesaikannya pada 1990. Setelah mengikuti pendidikan perwira pada 1992, Ian menjalani berbagai penugasan di lingkungan TNI Angkatan Laut. Perjalanan kariernya mencakup sejumlah posisi di bidang pembinaan mental dan personel, antara lain Kepala Bidang Pembinaan Mental Psikologi di Pusat Pembinaan Mental TNI serta Kepala Dinas Pembinaan Mental Angkatan Laut.
Pada Januari 2022, Ian dipercaya menjabat sebagai Kepala Pusat Pembinaan Mental TNI. Dalam posisi tersebut, Ian terlibat dalam penguatan pembinaan mental prajurit, termasuk pengembangan pendekatan psikologi untuk mendukung ketangguhan personel. Ian kemudian menjalankan tugas sebagai Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Laut pada 2024 sebelum memasuki babak pengabdian berikutnya di Kementerian Haji dan Umrah.
Selama berkarier di lingkungan militer, Ian menerima sejumlah tanda kehormatan dan penghargaan, antara lain Satya Lencana Kesetiaan untuk masa pengabdian 8, 16, 24, dan 32 tahun; Bintang Yudha Dharma Nararya; Bintang Jalasena Nararya; Wira Dharma; serta Wira Dharma Perbatasan. Penghargaan tersebut tercantum dalam riwayat penghargaan pada curriculum vitae Ian.
Sebagai Direktur Jenderal Pelayanan Haji, Ian bertanggung jawab mendorong peningkatan kualitas layanan bagi jemaah dalam berbagai tahapan penyelenggaraan haji. Fokus pengembangan layanan mencakup percepatan proses administrasi, penguatan validasi data, pemanfaatan teknologi digital, serta peningkatan kualitas layanan di dalam dan luar negeri. Melalui koordinasi lintas unit dan penguatan standar pelayanan, upaya tersebut diarahkan untuk menghadirkan pelayanan haji yang lebih cepat, tepat, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah.